Di tangan warga Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, kulit kerbau atau lamping tidak hanya diolah untuk dijadikan bedug atau barang kerajinan lainnya. Tapi juga penganan krupuk yang oleh warga disebut krupuk rambak.
Pertama, kulit kerbau yang telah dijemur hingga kering direbus sampai lunak dalam air yang diberi ramuan bumbu. Setelah itu kulit kerbau diiris tipis-tipis kemudian dijemur kembali sampai kering.
Selanjutnya digoreng dengan suhu tertentu agar krupuk mengembang. Proses penjemuran dan pengorengan ini yang menentukan rasa gurih dan kerenyahan krupuk. Harga krupuk rambak lebih mahal yakni mencapai 90 ribu rupiah perkilogram.
Sedikitnya terdapat 75 perajin kerupuk rambak di Bumiayu. Tak heran daerah ini disebut sebagai sentra produsen kerupuk rambak. Kerupuk rambak Bumiayu juga telah menembus pasar ekspor antara lain Malaysia dan Brunai Darussalam.

No comments:
Post a Comment